Jenis CCTV Kamera Artikel Lengkap
gambar : http://www.techkisses.com/finding-ideal-cctv-installation-company/
Memilih Kamera CCTV sering kali membingungkan bagi orang yang awam
akan produk ini. Hal ini disebabkan karena produk Kamera CCTV yang
beredar di pasaran sangat bervariasi dalam merk, jenis, harga,
teknologi, dan kualitas. Kurangnya standarisasi dalam fitur / teknologi
yang terdapat dalam Kamera CCTV juga menyulitkan calon pembeli untuk
membandingkan produk satu dengan lainnya. Artikel ini mencoba memaparkan
secara sekilas aspek – aspek yang membedakan kamera satu dengan lainnya
sehingga dapat digunakan sebagai referensi awal dalam pemilihan Kamera
CCTV.
Kamera CCTV dapat dibedakan berdasarkan jenis output, lokasi
penempatan, waktu penggunaan, mekanisme control, dan resolusi. Mengacu
pada jenis output, Kamera CCTV dapat digolongkan menjadi Analog dan
Digital.- Camera CCTV Analog yaitu kamera yang mengirimkan continuous streaming video melalui Kabel Coaxial
- Camera CCTV Digital yaitu kamera yang mengirimkan discrete streaming video melalui Kabel UTP. Camera CCTV Digital umumnya dilengkapi dengan IP Address sehingga sering pula dikenal sebagai IP (Network) Camera. Dengan adanya IP, kamera bisa dapat langsung diakses melalui jaringan LAN/WAN tanpa harus menggunakan tambahan converter.
- Indoor Camera adalah kamera yang ditempatkan di dalam gedung, umumnya berupa Dome (Ceiling) Camera, Standard Box Camera.
- Outdoor Camera adalah kamera yang ditempatkan di luar gedung dan memiliki casing yang dapat melindungi kamera terhadap hujan, debu, maupun temperatur yang extreme. Umumnya berupa Bullets camera yang telah dilengkapi dengan Infra Red Led (Infra Red Kamera). Disamping outdoor camera, standard box camera juga sering kali ditempatkan di luar dengan menggunakan tambahan Outdoor Housing.
- Standard Day Camera CCTV yaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan cukup baik secara konsisten (di atas 0.5 lux)
- Day-Night Camera CCTV yaitu kamera yang digunakan untuk memonitor ruang yang memiliki tingkat penerangan kurang (di bawah 0.5 lux terus menerus ataupun sebagian waktu)
- Motorized Camera CCTV yaitu kamera yang dilengkapi dengan motor untuk menggerakan sudut pandang ataupun focus secara remote. Motorized kamera meliputi beberapa jenis kamera seperti: zoom camera dan speed dome camera
- Fixed Camera CCTV yaitu kamera yang sudut pandang dan fokusnya harus disetting secara manual pada saat instalasi.
- High Resolution: kamera yang memiliki resolusi di atas 480 TVL
- Standard Resolution: kamera yang memiliki resolusi 380 – 480 TVL
- Low Resolution: kamera yang memiliki resolusi dibawah 380 TVL
Cara Memasang IP Camera
Sebelum di pasang di lokasi, baik itu wall mounted (dipasang di dinding) atau ceiling mount (dipasang di langit-langit), setiap IP camera harus terlebih dulu di setting satu per satu. Apa saja yang harus di setting? Minimal parameter IP address yang HARUS disetting, parameter lainnya bisa diatur sesuai kebutuhan setelah IP camera tersebut dipasang di lokasi.Bagaimana cara untuk mengatur IP address? Langkah pertama adalah menghubungkan IP camera dengan PC/Laptop dan tentunya IP camera sudah di nyalakan. Dengan topologi seperti di bawah tentunya kabel yang digunakan adalah kabel cross.
Berikutnya adalah mengatur IP address PC/Laptop supaya sesuai dengan segment IP address kamera yang akan kita setting. Misal IP address kamera akan kita atur di 192.168.1.97, maka IP address PC/Laptop kita atur di 192.168.1.2 Caranya:
1. Klik start (windows orb) > Control Panel > Network and sharing center > view network status and tasks.
2. Pada sidebar di sebelah kiri klik change adapter settings.
3. Pada icon Local Area Connection klik kanan > properties.
4. Pada This connection uses the following items: pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) > Klik Properties
5. Isi seperti gambar di bawah, klik OK.
Langkah ke-3 adalah menginstall dan menjalankan software IP installer. Setiap IP camera biasanya selalu ada software ini yang berfungsi untuk mendeteksi IP address kamera secara otomatis dan mengubahnya secara manual.
Biasanya settingan IP address bawaan pabrik di set pada mode DHCP (memerlukan router atau modem ADSL), jadi saat IP camera dihubungkan secara langsung ke PC/Laptop maka IP address kamera akan terisi secara acak alias tidak bisa di ketahui. Nah, software IP Installer akan secara otomatis mendeteksinya. Berikut, screenshoot IP Installer yang mendeteksi salah satu IP address kamera.
Dari screenshoot di atas terlihat, IP address saat itu adalah 192.168.123.100 dan segmentnya sangat berbeda dengan IP address PC/Laptop (192.168.1.2). Untuk mengubahnya klik Work > Set IP address. Akan muncul menu berikut.
Singkatnya dengan mengisikan IP address yang diinginkan > klik set, IP camera sudah bisa di akses (dilihat) via browser Internet Explorer.
Untuk memastikan IP camera sudah siap untuk di pasang di lokasi, ikuti langkah berikut:
1. Buka browser Internet Explorer.
2. Klik Tools > Internet Options.
3. Klik Tab Security > Custom level
4. Pada sub menu ActiveX controls and plugins, buat enable semua option.
5. Klik OK 2x, Jika ada warning abaikan saja.
6. Pada address bar ketikan IP address yang baru kita atur pada langkah sebelumnya. yaitu 192.168.1.97.
Kurang lebih hasilnya seperti berikut (maaf ada beberapa area yang saya masking).
Langkah terakhir adalah memasang kamera di lokasi baik itu wall mounted atau ceiling. disesuaikan saja dengan kebutuhan. Tarikan kabel dari IP camera cukup ke hub/switch terdekat tidak harus turun ke control room / NVR. Berikut gambarnya.
Setelah kamera sukses disetting dan dipasang, tidak serta merta dapat digunakan untuk merekam. Diperlukan NVR (DVR-nya IP camera) untuk merekam gambar dari IP camera. Tentang NVR akan dibahas pada tulisan yang terpisah.
Kesimpulan :
1. Settingan pabrik IP address kamera biasanya tidak di ketahui atau diset pada mode DHCP.
2. Setiap IP camera biasanya mempunyai software IP installer yang digunakan untuk mendeteksi, dan menyeting IP address walaupun berbeda segment dengan PC/Laptop yang terhubung dengannya.
3. Pengaturan IP address semua IP camera mutlak dilakukan sebelum dipasang di lokasi. Karenanya, perencanaan alokasi IP address adalah suatu keharusan.
4. Diperlukan Laptop/PC untuk pengaturan view kamera (pointing kamera). Atau bisa memanfaatkan fitur hybrid IP camera yang mempunyai video output.
Sekian artikel kali ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar